Rabu, 13 Juli 2011
Rabu, 06 Juli 2011
Rabu, 15 Juni 2011
Senin, 28 Maret 2011
Gatutkaca Gugur
Kisah Baratayudha " GATUTKACA GUGUR "
Ilustrasi pertama menceritakan Adipati Karno senopati perang keluarga
Ngastina melanggar tata aturan perang saat matahari terbenam semua
pasukan harus di tarik mundur dari Padang Kurusetra, akan tetapi Karna
Basusena justru menuju padang kurusetra dengan membawa ratusan prajurit
yang membawa obor untuk menerangi sang Karna yang akan membidik
Gatutkaca yang berada di Angkasa terkenal dengan Lakon wayang "
Suluhan "
Ilustrasi ke dua dan ketiga , setelah anak panah yaitu kunto wijaya
dhanu dilepaskan mengejar dan mencari keberadaan Raden Gatutkaca sampai
diangkasa dan Kunto Wijaya Dhanu hampir tak mampu meraih sang Raden
Gatutkaca, dikisahkan pamannya Raden Gatutukanca yaitu Kalabendana yang
begitu menyanyangi Gatutkaca masih menunggu di Alam Penantian dan ingin
pergi ke Swargaloka bersama Gatutkaca. Maka melihat kuntowijaya tdhu
yang hampir jatuh diraihnya lalu dilemparkan kembali menuju arah
persembunyian Gatotkaca, akhirnya Raden Gatutkaca terkena panah
kuntowijaya Dhanu dan gugur melayang jatuh ke arah kereta sang Adipati
Karna.
Ilustrasi keempat, tubuh Raden Gatutkaca jatuh menimpa kereta perang Sang Adipati Karna hingga hancur.
Karna Tanding
![]() |
Tetandinganipun Adipati Karna soho Raden Janaka wonten ing tegal Kurusetro,Adipati Karna engkang sampun siaga sigro nglepasaken jemparing boten kentun Raden Permadi ugi sampun siaga lepas sakeng jemparing.
Sang Permadi siaga sak inggileng kreta engkan dipun kusiri (sais) Prabu Kresna,dados mongkok ing penggalih sang Permadi dupi engkang rako pun Prabu Kresna purun dados kusire perang tetandingan lawan Adipati Karno.
Adipati Karno majeng ing payudan kreta den kusire Prabu Salya kapernah morosepuhipun,kanti raos kepakso tali kuda dipun kekang jrantal kreto majeng ing tengahe peperangan..Adipati Karno sigro siaga sampun dipun arahaken wonten jonggonipun sang Permadi mulad prabu salya kendali kuda dipun sigeeg kreto dipun jejak julo kuda catur ponang panah mleset namung nyerepet kengin sakinggile mustoko.
Senopati kekalih anggenyo bodoyudo kados satrio kembar,Permadi sigro ngunus Kyai Pulanggeni boten kentun Raden Suryoantmojo ngunus Kyai Jalak anggenipun bodoyudo dangu tan wonten engkang ketingal kalindih ing yudo..selot dangu Raden suryoatmojo ketingal keseser yudonipun..mulad sang Permadi sigro wrangkakaken Pulanggeni wonten dadanipun Suryoatmojo, gugur adipati Karno
Dwaruci
DEWA RUCI
Saat Reden Brantaseno mencari kayu gung susuhe angin sebagai syarat untuk mendapatkan ilmu wejangan Sastra Jendro Pangruwaten Hiu dari pandito durno,berada di tengah hutan dandoko bertemu dengan raksasa jelmaan batara Indra dan Batara Bayu. Di tengah hutan itu Brataseno bertempur dengan kedua raksasa yang akhirnya mereka kalah dan menjelma menjado batara Indra dan Batara Bayu.
Raden Bratasena betemu dengan Batara Indra dan Bayu. Bratasena diberitahu bahwa kayu gung susuhe angin yang dicari tidak ada dalam hutan semua itu hanya muslihat dari begawan Durna, maka Batara Indra dan Bayu karena sudah bebas dari kutukan memberikan anugrah bagi Brataseno yang telah membebaskannya.
Brataseno kembali ke astina menemui begawan durno dengan sigap begawan durno menlancarkan tipu muslihatnya lagi brataseno disuruh mencari banyu pawirto suci intisari dari air di laut minangkalbu..sesampai di samodra minangkalbu bertemu dengan naga nembur nowo. Terjadi pergulatan pertempuran yang hebat kuku ponconoko raden brataseno berhasil menyobek mulut nembur nowo yang akhirnya tewas..dan menjelma menjadi dewaruci. hebatnya peperangan antara naga neburnawa dan brataseno di langit terlihat banyang bintang meyerupai mereka hingga disebut rasi bintang bimasakti.
Dewaruci mengajarkan berbagai macam ilmu pengertian tentang hidup kepada Bratoseno dan memberikan anugrah berupa pengageman (perangkat busana) serta rambut digelung..dan diberi nama werkudara.
Saat Reden Brantaseno mencari kayu gung susuhe angin sebagai syarat untuk mendapatkan ilmu wejangan Sastra Jendro Pangruwaten Hiu dari pandito durno,berada di tengah hutan dandoko bertemu dengan raksasa jelmaan batara Indra dan Batara Bayu. Di tengah hutan itu Brataseno bertempur dengan kedua raksasa yang akhirnya mereka kalah dan menjelma menjado batara Indra dan Batara Bayu.Raden Bratasena betemu dengan Batara Indra dan Bayu. Bratasena diberitahu bahwa kayu gung susuhe angin yang dicari tidak ada dalam hutan semua itu hanya muslihat dari begawan Durna, maka Batara Indra dan Bayu karena sudah bebas dari kutukan memberikan anugrah bagi Brataseno yang telah membebaskannya.
Brataseno kembali ke astina menemui begawan durno dengan sigap begawan durno menlancarkan tipu muslihatnya lagi brataseno disuruh mencari banyu pawirto suci intisari dari air di laut minangkalbu..sesampai di samodra minangkalbu bertemu dengan naga nembur nowo. Terjadi pergulatan pertempuran yang hebat kuku ponconoko raden brataseno berhasil menyobek mulut nembur nowo yang akhirnya tewas..dan menjelma menjadi dewaruci. hebatnya peperangan antara naga neburnawa dan brataseno di langit terlihat banyang bintang meyerupai mereka hingga disebut rasi bintang bimasakti.
Dewaruci mengajarkan berbagai macam ilmu pengertian tentang hidup kepada Bratoseno dan memberikan anugrah berupa pengageman (perangkat busana) serta rambut digelung..dan diberi nama werkudara.
Langganan:
Komentar (Atom)

















